6 Contoh Teks Eksplanasi yang Baik dan Benar - T H O B

Kamis, 27 Januari 2022

6 Contoh Teks Eksplanasi yang Baik dan Benar

 


6 Contoh Teks Eksplanasi


Berikut contoh teks eksplanasi yang bisa dijadikan referensi 


1. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir 

Bencana alam banjir memang bukan lagi bencana alam yang asing, karena beberapa daerah di Indonesia sering terkena banjir. Banjir diketahui sebagai fenomena alam yang bersumber dari tingginya curah hujan dan berlangsung dalam durasi yang lama pada daerah aliran sungai atau DAS. 


Banjir diketahui disebabkan oleh banyak faktor, ada faktor alami seperti terjadinya sedimentasi atau erosi, kenaikan curah hujan, drainase lahan, pengaruh fisiografi, kapasitas sungai, dan lain-lain yang membuat banjir tidak bisa dihindari. 


Selain itu ada faktor sosial, yakni faktor yang disebabkan oleh ulah manusia. Seperti kepadatan penduduk di satu wilayah, penumpukan sampah, perubahan tata guna suatu lahan, dan lain sebagainya. 


            Faktor Alami 


Banjir dapat terjadi karena kenaikan curah hujan, dan kemudian didukung oleh faktor lain. Misalnya saluran air, jika saluran air bermasalah dan ditambah dengan kenaikan curah hujan. Maka volume air yang meningkat tidak dapat bermuara ke hulu dan kemudian meluap, dan berakhir menjadi banjir. 


Secara umum, air hujan akan meresap ke dalam tanah dan sebagian akan menjadi aliran di permukaan tanah. Dikenal juga dengan istilah run off atau aliran permukaan. Proses penyerapan air hujan oleh tanah tentunya dipengaruhi oleh kondisi tanah itu sendiri. 


Pada saat suatu lahan sudah menjadi pemukiman yang padat penduduk. Maka kemampuan tanah dalam menyerap air hujan akan menurun. Sehingga air hujan yang tidak terserap tanah tadi akan menjadi aliran air. Idealnya akan menuju atau mengalir ke sungai-sungai. 


Namun karena volume air hujan juga tinggi, maka kapasitas sungai menjadi kurang maksimal. Air sungai kemudian meluap dan air luapan ini kemudian masuk ke area pemukiman warga. Sehingga rumah-rumah terendam oleh air, dan bisa bertahan selama beberapa jam bahkan sampai beberapa hari. 


            Faktor Sosial 


Faktor sosial atau faktor pemicu banjir yang disebabkan oleh ulah manusia memang menjadi penyebab paling tinggi. Sebab dengan perubahan tata sosial dan tata lahan, maka mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan. 


Kawasan hutan yang dulunya luas dan memiliki banyak pepohonan, membuat air hujan mudah diserap ke dalam tanah. Perlahan area hutan ini luasnya berkurang, diubah menjadi kawasan industri dan pemukiman. 


Kondisi tanah kemudian berubah, yang tadinya mudah dan cepat menyerap air hujan menjadi sebaliknya. Kemampuannya menyerap air hujan menjadi sangat rendah dan kemudian meningkatkan volume aliran air di permukaan dan meningkatkan resiko terjadinya banjir. 


Jalan yang dulunya tidak diaspal dan berupa tanah kini sudah banyak yang diberi lapisan aspal, paving, atau diplester semen. Langkah ini memang memudahkan mobilitas manusia, namun berdampak pada penurunan kemampuan tanah menyerap air hujan. 


Selain itu, masyarakat cenderung enggan mengolah sampah dengan baik dan benar. Paling parah adalah terbiasa membuang sampah di sembarang tempat terutama di sungai oleh mereka yang tinggal di sekitar sungai tersebut. Sampah ini akan menghambat aliran air di sungai sehingga volumenya meningkat. 


Saat intensitas curah hujan meninggi di musim hujan, sungai akan mudah meluap karena aliran airnya tersendat tumpukan sampah. Hal ini kemudian memicu terjadinya banjir, dan akan bertahan lama jika curah hujan tidak kunjung turun. 


2. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Covid-19 

Covid-19 yang saat ini statusnya masih menjadi pandemi, memiliki karakter penularan antar manusia yang sangat cepat. Dalam waktu relatif sangat singkat penderita Covid-19 terus bertambah dan dalam jumlah signifikan. Saat ini bahkan tercatat sudah ada 502 ribu kasus di Indonesia dari total 58.7 juta kasus dari seluruh dunia. 


Covid-19 sendiri diketahui ditularkan dari orang yang terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2 ke orang di sekitarnya. Penyakit akibat virus ini diketahui menular melalui droplet, yakni tetesan air dari hidung, mulut, dan bagian lain dari tubuh penderita. 


Penularan kemudian terjadi ketika tetesan air tersebut keluar dari tubuh pasien dan terkena ke orang sehat di sekitarnya. Misalnya saat pasien batuk atau bersin tanpa ditutup. Maka cairan dari hidung dan mulut akan keluar, dan kemudian virus di dalamnya akan menginfeksi manusia lain di sekitarnya. 


Seseorang tentu akan dengan mudah tertular oleh Covid-19 ketika terkena percikan atau cipratan droplet pasien. Bisa karena memang berada dekat dengan pasien tersebut, yakni dengan jarak sekitar 1 meter atau kurang. 


Droplet pasien yang menempel pada permukaan benda maupun tanah juga akan berpotensi menularkan Covid-19. Sebab benda yang sudah terkontaminasi virus ini bisa jadi akan dipegang oleh orang sehat. Tangan yang dipakai memegang benda terkontaminasi akan dipakai menyentuh area wajah. 


Dari sinilah virus Covid-19 kemudian masuk ke tubuh orang tersebut, dan positif terinfeksi. Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah bersama Kementerian Kesehatan mensosialisasikan protokol kesehatan yang ketat. 


Dimulai dari rajin mencuci tangan untuk menghindari infeksi akibat virus Covid-19 yang menempel di permukaan tangan masuk ke tubuh. Selain itu juga diwajibkan untuk memakai masker. Supaya virus Covid-19 tidak mudah terhirup, dan tidak mudah terkena droplet dari pasien yang ditemui. 


3. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Pengertian Banjir 

Banjir adalah fenomena atau peristiwa yang terjadi ketika aliran air menjadi berlebihan yang kemudian merendam daratan. Selain karena aliran air yang meningkat, banjir juga bisa terjadi karena air laut yang pasang. Air laut yang naik kemudian merendam daratan di sekitarnya, dan juga disebut sebagai bencana banjir. 


Banjir juga bisa diartikan sebagai kondisi saat air di sungai meluap, sehingga bendungan di sungai tersebut tidak dapat menampung kelebihan air. Sehingga air kemudian merendam daerah di sekitar sungai, dan jika dekat dengan pemukiman. Maka pemukiman warga juga akan terendam oleh luapan air sungai tersebut. 


Banjir tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman warga termasuk desa, kota, perumahan, dan sebagainya. Namun juga terjadi di kawasan bukan pemukiman yang dekat dengan sungai. 


Misalnya hutan di sekitar sungai yang airnya meluap, namun kasus ini jarang terjadi karena area hutan punya kemampuan menyerap air yang cukup tinggi dibanding kawasan di pemukiman. 


Air yang meluap tidak hanya sekedar merendam suatu kawasan dan perumahan warga yang terdampak banjir. Namun juga berpotensi merusak berbagai infrastruktur. Rumah warga yang terendam air juga bisa rusak, terutama jika sebagian besar bangunan dari material kayu dan sudah rapuh. 


Meminimalkan kerusakan akibat bencana banjir, masyarakat memilih pindah untuk tinggal lebih jauh dari sungai. Namun bagi sebagian orang memilih bertahan, karena beberapa hal. BIsa karena minim biaya sehingga tidak memungkinkan membeli rumah baru yang jauh dari sungai. 


Alasan lain, adalah karena mencari nafkah dari sungai itu sendiri. Sehingga memilih untuk pindah lebih jauh dari sungai akan menyulitkan mereka untuk mencari nafkah. Bagi yang memilih tetap tinggal, maka perlu mengendalikan sungai dengan hati-hati untuk mencegah banjir berulang. Misalnya disiplin tidak membuang sampah di sungai. 


Sejumlah negara juga menaruh perhatian pada pengelolaan sungai, khususnya sungai yang dikenal rawan meluap saat musim hujan tiba. Pengelolaan ini meliputi pembangunan bendungan, waduk, dan weir yang berfungsi mengelola dan menampung air hujan yang melimpah supaya tidak naik ke permukaan. 


Sebagai antisipasi tambahan, warga di sekitarnya juga menyediakan peralatan darurat. Seperti karung pasir yang bisa mencegah atau memperlambat luapan air masuk ke bangunan rumah. Selain itu juga menyiapkan tabung apung portabel untuk melakukan evakuasi mandiri. 


Antisipasi penting dilakukan sejak dini, terutama untuk warga atau masyarakat yang memang tinggal di daerah rawan banjir. 


4. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Pengertian Tsunami 

Tsunami diketahui sebagai salah satu fenomena dan bencana alam, yang bisa menyebabkan resiko tinggi sama seperti banjir. Secara etimologi, tsunami memiliki arti sebagai ombak besar di pelabuhan. 


Tsunami sendiri merupakan peristiwa alam yang ditunjukan dengan munculnya gelombang besar dari laut sebagai akibat dari gangguan yang terjadi di dasar laut. Salah satu bentuk gangguan yang memicu tsunami tersebut adalah gempa bumi yang menyebabkan retakan di dasar laut. 


Retakan ini kemudian membuat gelombang air laut meningkat dan menyebar ke segala arah. Kecepatan gelombang bisa mencapai 600-900 km per jam dan bisa mencapai pantai. Ketika gelombang tsunami ini mencapai pantai maka akan menghantam kawasan di sekitarnya. 


Gelombang tsunami ini sekilas mirip dengan luapan air, namun cukup tinggi dan sangat cepat. Kecepatan air laut masuk ke daratan adalah 90 km per jam, yang tentu berpotensi merusak karena menghantam berbagai infrastruktur dengan keras di dekat pantai tersebut. 


Tsunami umumnya disebabkan oleh terjadinya gempa bumi, namun bisa juga disebabkan hal lain. Seperti tanah longsor, letusan gunung berapi, dan juga jatuhnya suatu benda yang berukuran besar ke dalam laut. Contoh benda besar ini adalah jatuhnya meteor ke laut. 


Kasus tsunami yang selama ini terjadi mayoritas di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan juga di kawasan Palung Sumatra yang berada di Samudra Hindia. Resiko terjadinya tsunami saat ini sudah bisa dideteksi dengan sistem peringatan dini terjadinya resiko tsunami. 


Sistem peringatan dini ini akan mengamati gempa-gempa yang memiliki kekuatan besar, sehingga meningkatkan resiko terjadinya tsunami. Sistem kemudian akan memberikan sinyal, dan kemudian dikirimkan atau diinformasikan kepada masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang sekiranya aman dari tsunami. 


Selain itu, deteksi juga bisa dilakukan dengan mengamati atau menganalisis kondisi perubahan air laut pasca terjadi gempa. Deteksi dini akan meminimalkan korban jiwa saat tsunami benar-benar terjadi. 


Resiko kerusakan infrastruktur juga bisa dikurangi dengan memilih rancangan bangunan tahan tsunami. Misalnya dengan membangun suatu bangunan di area yang luas menggunakan beton bertulang. Material ini diketahui memiliki daya tahan yang baik terhadap hantaman besar, misalnya tsunami. 


Pencegahan tingginya korban jiwa saat tsunami terjadi juga bisa dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat. Yakni masyarakat yang tinggal di dekat pantai atau laut. Sehingga bisa mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri saat ada peringatan bahaya tsunami. 


Sosialisasi kepada masyarakat melingkupi bahaya tsunami dan bagaimana menyelamatkan diri. Sosialisasi juga mencakup tata cara mengungsi dan pemilihan tempat mengungsi yang aman. Masyarakat juga perlu dihimbau mengenai pentingnya menyiapkan rencana darurat sejak jauh-jauh hari. 


5. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Lansia dan Covid-19 

Penularan Covid-19 bisa dialami oleh siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Lansia pun memiliki resiko sama tingginya untuk tertular, dan bahkan memiliki resiko lebih rentan. Ditambah lagi kondisi lansia yang terinfeksi cenderung lebih parah dibandingkan dengan orang-orang yang usianya lebih muda. 


Lansia rentan mengalami kondisi lebih parah, dan akan semakin meningkat jika memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Seperti asma, diabetes, penyakit jantung, dan juga penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. 


Lansia masuk ke dalam kelompok rentan tertular atau terinfeksi Covid-19 disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lebih rendah. Jika dibandingkan dengan orang di usia lebih muda atau di usia produktif. Hal ini memang alami, karena seiring dengan pertambahan usia seseorang maka daya tahan tubuh akan ikut melemah. 


Selain daya tahan tubuh, fungsi organ di dalam tubuh termasuk organ vital juga akan mengalami penurunan. Hal inilah yang kemudian membuat lansia lebih rentan tertular. Beberapa negara bahkan diketahui jumlah penderita Covid-19 sebagian besar disumbang oleh kalangan lansia. 


Sistem imun atau daya tahan tubuh yang sudah melemah dan ditambah dengan riwayat penyakit yang diderita. Membuat lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk tertular oleh Covid-19 dan pasca terinfeksi kondisi kesehatan akan lebih parah. Yakni mengalami lebih banyak keluhan dengan resiko meninggal lebih tinggi. 


6. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Nasib Pedagang di Tengah Pandemi 

Pandemi Covid-19 memang melemahkan perekonomian negara, tak hanya Indonesia namun negara lain di dunia yang juga terkena pandemi. Efek pandemi juga tidak hanya mempengaruhi satu bidang saja, melainkan banyak bidang. Sehingga tidak hanya mempengaruhi bidang kesehatan namun juga ekonomi. 


Sektor perekonomian memang banyak yang terdampak seperti sektor wisata, transportasi, dan juga niaga atau perdagangan. Dampak pandemi tentu akan semakin dirasakan oleh para pedagang kecil, termasuk salah satunya adalah para pedagang kaki lima. 


Sejak pandemi Covid-19 melanda sejumlah negara di dunia, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) kemudian mengumumkan pembatasan kegiatan sosial. Hal ini kemudian diterapkan pula di Indonesia, sehingga masyarakat lebih banyak berdiam di dalam rumah. 


Kondisi ini kemudian membuat pedagang kaki lima mengalami penurunan penjualan sangat drastis. Sebab tidak ada orang yang membeli, dan bingung harus jualan dimana karena setiap tempat strategis juga ikut sepi. Sebagian pedagang bahkan tidak bisa berjualan karena ada larangan sementara dari pemerintah setempat. 


Selain itu, beberapa daerah yang masih memperbolehkan pedagang menggelar lapak kemudian menanggung resiko. Meskipun bisa berjualan ada kemungkinan dagangan masih utuh karena tidak laku sama sekali atau laku sedikit. Sebab tidak ada pembeli dan semua orang memilih diam di rumah. 


Berbeda dengan warung makan atau usaha yang memiliki tempat, seperti kios dan konter. Pedagang kaki lima berjualan dengan cara berkeliling, sehingga tidak memiliki lapak untuk berjualan. Hal ini kemudian memperparah kondisi pedagang kaki lima tersebut. 


Sebab sudah lelah berkeliling namun tidak juga mendapatkan pembeli. Hal ini bahkan tidak bisa dipastikan akan berlangsung sampai berapa lama. Sampai vaksinasi dilakukan dan kondisi perekonomian di Indonesia membaik. 


Pedagang kaki lima kemungkinan hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan sosial dari warga maupun dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


1 komentar:

  1. Worshiping and Casino in the USA - Wooricasinos.info
    A guide to the American gambling scene in the bet365korea USA that includes, list of casinos in 브라 밝기조절 the 더굿 토토 USA, bet 뜻 and their current status. 유니벳

    BalasHapus