T H O B

Minggu, 13 Februari 2022

6 Tips Memilih Penerbit Buku yang Tepat
Februari 13, 20220 Comments

 


Mencari tips memilih penerbit buku tentu dilakukan oleh setiap penulis yang sudah berhasil merampungkan naskah. Penerbit di Indonesia sangat banyak, beberapa termasuk penerbit mayor dan beberapa lagi termasuk penerbit minor. 


Setiap penerbit tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Tidak sedikit penulis yang kebingungan memilih satu diantara sekian penerbit yang ada di sekitarnya. 


Rupanya, keliru dalam memilih penerbit memberikan resiko naskah tidak bisa diterbitkan. Penyebabnya tentu beragam, mulai dari naskah yang tidak sesuai tema penerbit tersebut atau karena alasan lainnya. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar para pemilik naskah ini tidak lagi kesulitan dalam memilih penerbit? 


Tips Memilih Penerbit Buku 


Usai menyusun naskah, maka akan muncul kebutuhan untuk menerbitkannya. Baik sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dibuat maupun untuk memenuhi tugas tertentu. Misalnya kewajiban para dosen untuk menulis dan menerbitkan buku. 


Supaya naskah yang sudah ditulis dengan susah payah bisa segera diterbitkan maka perlu teliti dalam memilih penerbit. Berikut beberapa tips memilih penerbit buku yang tepat: 


1. Anggota IKAPI

Supaya buku yang diterbitkan bisa memiliki ISBN dan bisa dikatakan sebagai buku resmi dan diterbitkan secara resmi juga. Maka penulis perlu memilih penerbit yang sudah menjadi anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). 


IKAPI merupakan salah satu organisasi yang mempersatukan seluruh penerbit resmi di tanah air. Seluruh penerbit yang menjadi anggotanya merupakan penerbit resmi dan diakui secara nasional. 


Sehingga layanan penerbitan yang disediakan sudah tentu akan mengikuti aturan dan kebijakan penerbitan yang berlaku. Penulis pun tidak perlu khawatir sebab naskahnya dijamin terbit sebagai buku resmi dan ber-ISBN sehingga masuk ke data perpustakaan nasional. 


2. Kredibel

Tips memilih penerbit buku yang kedua adalah mengutamakan penerbit yang kredibel. Sudah memiliki jam terbang setidaknya selama beberapa tahun dan melayani penerbitan naskah dari sejumlah penulis, atau bahkan banyak penulis. 


Penerbit tersebut juga memiliki testimoni yang positif, dimana para penulis yang menggunakan jasanya selalu merasa puas dan tidak segan untuk mempromosikannya. 


Tidak kalah penting adalah memilih penerbit yang tidak pernah terlibat masalah selama menyediakan jasanya. Hal ini sangat penting untuk memastikan penulis mendapatkan layanan terbaik dan terhindar dari masalah. 


3. Terbuka

Ada kalanya penulis merasa biaya-biaya yang dibebankan terlalu mahal, kemudian kesulitan untuk mengecek progres naskah bukunya sampai mana. Supaya kondisi kurang nyaman seperti ini tidak dirasakan maka penting untuk memilih penerbit yang terbuka. 


Yakni yang menjelaskan kebijakan penerbit tersebut seperti apa dan bagaimana sejak awal. Sebelum menandatangani surat kerjasama, maka akan dijelaskan secara detail. 


Sehingga sejak awal pemilik naskah atau penulis sudah tahu harus keluar biaya berapa, royalti yang didapatkan berapa persen, proses penerbitannya berapa lama, dan lain-lain. 


4. Layanan 

Penerbit adalah perusahaan jasa, karena membantu penulis untuk menerbitkan naskah yang sudah selesai disusun. Maka tips memilih penerbit buku yang tepat perlu memperhatikan kualitas layanannya seperti apa. 


Pastikan, memilih penerbit yang bisa memberikan layanan profesional. Utamakan penerbit yang menyediakan layanan customer service yang bisa dihubungi kapan saja setiap harinya. 


Selain itu, pihak mereka juga terkesan memberikan layanan terbaik kepada setiap penulis yang memakai jasanya. Tidak peduli akan mencetak naskah hanya 10 eksemplar maupun 10 ribu eksemplar. Semua akan dilayani dengan baik. 


Jadi, silahkan perhatikan kualitas layanan yang diberikan sejak kali pertama melakukan komunikasi. Baik melalui telepon, WhatsApp, email, maupun bertemu secara langsung. Jika merasa dilayani secara profesional maka bisa mengutamakan penerbit tersebut. 


5. Fasilitas

Tips selanjutnya agar tidak kecewa dengan layanan dari penerbit buku adalah memperhatikan fasilitas yang disediakan. Sekali lagi, jumlah penerbit di Indonesia sangat banyak dan masing-masing memiliki kebijakan tersendiri. 


Hal ini juga berlaku untuk fasilitas. Misalnya, ada penerbit yang memberi fasilitas desain cover atau sampul secara gratis dan ada juga yang tidak menyediakan fasilitas ini. 


Jadi, tanyakan dulu fasilitas yang akan didapatkan saat menggunakan jasanya. Usahakan jangan hanya berkunjung ke satu penerbit, melainkan ke beberapa untuk membandingkan fasilitasnya. Pilih penerbit yang fasilitasnya terlengkap agar tidak perlu repot selama menerbitkan buku. 


6. Promo Penerbit Buku yang Menarik

Tips memilih penerbit buku berikutnya adalah mencari yang menawarkan promo penerbit buku. Sebab, siapa yang tidak suka promo? Promo memungkinkan penulis untuk menghemat biaya penerbitan lewat potongan harga, bonus tambahan, fasilitas tambahan, dan lain-lain. 


Sehingga, pertimbangkan untuk mencari penerbit yang rutin mengadakan promo. Promo ini akan meningkatkan kenyamanan selama memakai jasa penerbit tersebut. Sekaligus membantu penulis untuk meningkatkan jumlah cetak tanpa khawatir anggaran membengkak. 


Enam tips memilih penerbit buku di atas bisa dipraktekan agar tidak lagi keliru dalam memilih penerbit. Semakin teliti memilih maka semakin baik, sehingga puas dengan layanannya dan mendapatkan pengalaman terbaik saat menerbitkan buku. 



Reading Time:

Kamis, 27 Januari 2022

6 Contoh Teks Eksplanasi yang Baik dan Benar
Januari 27, 20221 Comments

 


6 Contoh Teks Eksplanasi


Berikut contoh teks eksplanasi yang bisa dijadikan referensi 


1. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir 

Bencana alam banjir memang bukan lagi bencana alam yang asing, karena beberapa daerah di Indonesia sering terkena banjir. Banjir diketahui sebagai fenomena alam yang bersumber dari tingginya curah hujan dan berlangsung dalam durasi yang lama pada daerah aliran sungai atau DAS. 


Banjir diketahui disebabkan oleh banyak faktor, ada faktor alami seperti terjadinya sedimentasi atau erosi, kenaikan curah hujan, drainase lahan, pengaruh fisiografi, kapasitas sungai, dan lain-lain yang membuat banjir tidak bisa dihindari. 


Selain itu ada faktor sosial, yakni faktor yang disebabkan oleh ulah manusia. Seperti kepadatan penduduk di satu wilayah, penumpukan sampah, perubahan tata guna suatu lahan, dan lain sebagainya. 


            Faktor Alami 


Banjir dapat terjadi karena kenaikan curah hujan, dan kemudian didukung oleh faktor lain. Misalnya saluran air, jika saluran air bermasalah dan ditambah dengan kenaikan curah hujan. Maka volume air yang meningkat tidak dapat bermuara ke hulu dan kemudian meluap, dan berakhir menjadi banjir. 


Secara umum, air hujan akan meresap ke dalam tanah dan sebagian akan menjadi aliran di permukaan tanah. Dikenal juga dengan istilah run off atau aliran permukaan. Proses penyerapan air hujan oleh tanah tentunya dipengaruhi oleh kondisi tanah itu sendiri. 


Pada saat suatu lahan sudah menjadi pemukiman yang padat penduduk. Maka kemampuan tanah dalam menyerap air hujan akan menurun. Sehingga air hujan yang tidak terserap tanah tadi akan menjadi aliran air. Idealnya akan menuju atau mengalir ke sungai-sungai. 


Namun karena volume air hujan juga tinggi, maka kapasitas sungai menjadi kurang maksimal. Air sungai kemudian meluap dan air luapan ini kemudian masuk ke area pemukiman warga. Sehingga rumah-rumah terendam oleh air, dan bisa bertahan selama beberapa jam bahkan sampai beberapa hari. 


            Faktor Sosial 


Faktor sosial atau faktor pemicu banjir yang disebabkan oleh ulah manusia memang menjadi penyebab paling tinggi. Sebab dengan perubahan tata sosial dan tata lahan, maka mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan. 


Kawasan hutan yang dulunya luas dan memiliki banyak pepohonan, membuat air hujan mudah diserap ke dalam tanah. Perlahan area hutan ini luasnya berkurang, diubah menjadi kawasan industri dan pemukiman. 


Kondisi tanah kemudian berubah, yang tadinya mudah dan cepat menyerap air hujan menjadi sebaliknya. Kemampuannya menyerap air hujan menjadi sangat rendah dan kemudian meningkatkan volume aliran air di permukaan dan meningkatkan resiko terjadinya banjir. 


Jalan yang dulunya tidak diaspal dan berupa tanah kini sudah banyak yang diberi lapisan aspal, paving, atau diplester semen. Langkah ini memang memudahkan mobilitas manusia, namun berdampak pada penurunan kemampuan tanah menyerap air hujan. 


Selain itu, masyarakat cenderung enggan mengolah sampah dengan baik dan benar. Paling parah adalah terbiasa membuang sampah di sembarang tempat terutama di sungai oleh mereka yang tinggal di sekitar sungai tersebut. Sampah ini akan menghambat aliran air di sungai sehingga volumenya meningkat. 


Saat intensitas curah hujan meninggi di musim hujan, sungai akan mudah meluap karena aliran airnya tersendat tumpukan sampah. Hal ini kemudian memicu terjadinya banjir, dan akan bertahan lama jika curah hujan tidak kunjung turun. 


2. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Covid-19 

Covid-19 yang saat ini statusnya masih menjadi pandemi, memiliki karakter penularan antar manusia yang sangat cepat. Dalam waktu relatif sangat singkat penderita Covid-19 terus bertambah dan dalam jumlah signifikan. Saat ini bahkan tercatat sudah ada 502 ribu kasus di Indonesia dari total 58.7 juta kasus dari seluruh dunia. 


Covid-19 sendiri diketahui ditularkan dari orang yang terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2 ke orang di sekitarnya. Penyakit akibat virus ini diketahui menular melalui droplet, yakni tetesan air dari hidung, mulut, dan bagian lain dari tubuh penderita. 


Penularan kemudian terjadi ketika tetesan air tersebut keluar dari tubuh pasien dan terkena ke orang sehat di sekitarnya. Misalnya saat pasien batuk atau bersin tanpa ditutup. Maka cairan dari hidung dan mulut akan keluar, dan kemudian virus di dalamnya akan menginfeksi manusia lain di sekitarnya. 


Seseorang tentu akan dengan mudah tertular oleh Covid-19 ketika terkena percikan atau cipratan droplet pasien. Bisa karena memang berada dekat dengan pasien tersebut, yakni dengan jarak sekitar 1 meter atau kurang. 


Droplet pasien yang menempel pada permukaan benda maupun tanah juga akan berpotensi menularkan Covid-19. Sebab benda yang sudah terkontaminasi virus ini bisa jadi akan dipegang oleh orang sehat. Tangan yang dipakai memegang benda terkontaminasi akan dipakai menyentuh area wajah. 


Dari sinilah virus Covid-19 kemudian masuk ke tubuh orang tersebut, dan positif terinfeksi. Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah bersama Kementerian Kesehatan mensosialisasikan protokol kesehatan yang ketat. 


Dimulai dari rajin mencuci tangan untuk menghindari infeksi akibat virus Covid-19 yang menempel di permukaan tangan masuk ke tubuh. Selain itu juga diwajibkan untuk memakai masker. Supaya virus Covid-19 tidak mudah terhirup, dan tidak mudah terkena droplet dari pasien yang ditemui. 


3. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Pengertian Banjir 

Banjir adalah fenomena atau peristiwa yang terjadi ketika aliran air menjadi berlebihan yang kemudian merendam daratan. Selain karena aliran air yang meningkat, banjir juga bisa terjadi karena air laut yang pasang. Air laut yang naik kemudian merendam daratan di sekitarnya, dan juga disebut sebagai bencana banjir. 


Banjir juga bisa diartikan sebagai kondisi saat air di sungai meluap, sehingga bendungan di sungai tersebut tidak dapat menampung kelebihan air. Sehingga air kemudian merendam daerah di sekitar sungai, dan jika dekat dengan pemukiman. Maka pemukiman warga juga akan terendam oleh luapan air sungai tersebut. 


Banjir tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman warga termasuk desa, kota, perumahan, dan sebagainya. Namun juga terjadi di kawasan bukan pemukiman yang dekat dengan sungai. 


Misalnya hutan di sekitar sungai yang airnya meluap, namun kasus ini jarang terjadi karena area hutan punya kemampuan menyerap air yang cukup tinggi dibanding kawasan di pemukiman. 


Air yang meluap tidak hanya sekedar merendam suatu kawasan dan perumahan warga yang terdampak banjir. Namun juga berpotensi merusak berbagai infrastruktur. Rumah warga yang terendam air juga bisa rusak, terutama jika sebagian besar bangunan dari material kayu dan sudah rapuh. 


Meminimalkan kerusakan akibat bencana banjir, masyarakat memilih pindah untuk tinggal lebih jauh dari sungai. Namun bagi sebagian orang memilih bertahan, karena beberapa hal. BIsa karena minim biaya sehingga tidak memungkinkan membeli rumah baru yang jauh dari sungai. 


Alasan lain, adalah karena mencari nafkah dari sungai itu sendiri. Sehingga memilih untuk pindah lebih jauh dari sungai akan menyulitkan mereka untuk mencari nafkah. Bagi yang memilih tetap tinggal, maka perlu mengendalikan sungai dengan hati-hati untuk mencegah banjir berulang. Misalnya disiplin tidak membuang sampah di sungai. 


Sejumlah negara juga menaruh perhatian pada pengelolaan sungai, khususnya sungai yang dikenal rawan meluap saat musim hujan tiba. Pengelolaan ini meliputi pembangunan bendungan, waduk, dan weir yang berfungsi mengelola dan menampung air hujan yang melimpah supaya tidak naik ke permukaan. 


Sebagai antisipasi tambahan, warga di sekitarnya juga menyediakan peralatan darurat. Seperti karung pasir yang bisa mencegah atau memperlambat luapan air masuk ke bangunan rumah. Selain itu juga menyiapkan tabung apung portabel untuk melakukan evakuasi mandiri. 


Antisipasi penting dilakukan sejak dini, terutama untuk warga atau masyarakat yang memang tinggal di daerah rawan banjir. 


4. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Pengertian Tsunami 

Tsunami diketahui sebagai salah satu fenomena dan bencana alam, yang bisa menyebabkan resiko tinggi sama seperti banjir. Secara etimologi, tsunami memiliki arti sebagai ombak besar di pelabuhan. 


Tsunami sendiri merupakan peristiwa alam yang ditunjukan dengan munculnya gelombang besar dari laut sebagai akibat dari gangguan yang terjadi di dasar laut. Salah satu bentuk gangguan yang memicu tsunami tersebut adalah gempa bumi yang menyebabkan retakan di dasar laut. 


Retakan ini kemudian membuat gelombang air laut meningkat dan menyebar ke segala arah. Kecepatan gelombang bisa mencapai 600-900 km per jam dan bisa mencapai pantai. Ketika gelombang tsunami ini mencapai pantai maka akan menghantam kawasan di sekitarnya. 


Gelombang tsunami ini sekilas mirip dengan luapan air, namun cukup tinggi dan sangat cepat. Kecepatan air laut masuk ke daratan adalah 90 km per jam, yang tentu berpotensi merusak karena menghantam berbagai infrastruktur dengan keras di dekat pantai tersebut. 


Tsunami umumnya disebabkan oleh terjadinya gempa bumi, namun bisa juga disebabkan hal lain. Seperti tanah longsor, letusan gunung berapi, dan juga jatuhnya suatu benda yang berukuran besar ke dalam laut. Contoh benda besar ini adalah jatuhnya meteor ke laut. 


Kasus tsunami yang selama ini terjadi mayoritas di kawasan Lingkaran Api Pasifik dan juga di kawasan Palung Sumatra yang berada di Samudra Hindia. Resiko terjadinya tsunami saat ini sudah bisa dideteksi dengan sistem peringatan dini terjadinya resiko tsunami. 


Sistem peringatan dini ini akan mengamati gempa-gempa yang memiliki kekuatan besar, sehingga meningkatkan resiko terjadinya tsunami. Sistem kemudian akan memberikan sinyal, dan kemudian dikirimkan atau diinformasikan kepada masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang sekiranya aman dari tsunami. 


Selain itu, deteksi juga bisa dilakukan dengan mengamati atau menganalisis kondisi perubahan air laut pasca terjadi gempa. Deteksi dini akan meminimalkan korban jiwa saat tsunami benar-benar terjadi. 


Resiko kerusakan infrastruktur juga bisa dikurangi dengan memilih rancangan bangunan tahan tsunami. Misalnya dengan membangun suatu bangunan di area yang luas menggunakan beton bertulang. Material ini diketahui memiliki daya tahan yang baik terhadap hantaman besar, misalnya tsunami. 


Pencegahan tingginya korban jiwa saat tsunami terjadi juga bisa dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat. Yakni masyarakat yang tinggal di dekat pantai atau laut. Sehingga bisa mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri saat ada peringatan bahaya tsunami. 


Sosialisasi kepada masyarakat melingkupi bahaya tsunami dan bagaimana menyelamatkan diri. Sosialisasi juga mencakup tata cara mengungsi dan pemilihan tempat mengungsi yang aman. Masyarakat juga perlu dihimbau mengenai pentingnya menyiapkan rencana darurat sejak jauh-jauh hari. 


5. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Lansia dan Covid-19 

Penularan Covid-19 bisa dialami oleh siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Lansia pun memiliki resiko sama tingginya untuk tertular, dan bahkan memiliki resiko lebih rentan. Ditambah lagi kondisi lansia yang terinfeksi cenderung lebih parah dibandingkan dengan orang-orang yang usianya lebih muda. 


Lansia rentan mengalami kondisi lebih parah, dan akan semakin meningkat jika memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Seperti asma, diabetes, penyakit jantung, dan juga penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. 


Lansia masuk ke dalam kelompok rentan tertular atau terinfeksi Covid-19 disebabkan oleh daya tahan tubuh yang lebih rendah. Jika dibandingkan dengan orang di usia lebih muda atau di usia produktif. Hal ini memang alami, karena seiring dengan pertambahan usia seseorang maka daya tahan tubuh akan ikut melemah. 


Selain daya tahan tubuh, fungsi organ di dalam tubuh termasuk organ vital juga akan mengalami penurunan. Hal inilah yang kemudian membuat lansia lebih rentan tertular. Beberapa negara bahkan diketahui jumlah penderita Covid-19 sebagian besar disumbang oleh kalangan lansia. 


Sistem imun atau daya tahan tubuh yang sudah melemah dan ditambah dengan riwayat penyakit yang diderita. Membuat lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk tertular oleh Covid-19 dan pasca terinfeksi kondisi kesehatan akan lebih parah. Yakni mengalami lebih banyak keluhan dengan resiko meninggal lebih tinggi. 


6. Contoh Teks Eksplanasi Tentang Nasib Pedagang di Tengah Pandemi 

Pandemi Covid-19 memang melemahkan perekonomian negara, tak hanya Indonesia namun negara lain di dunia yang juga terkena pandemi. Efek pandemi juga tidak hanya mempengaruhi satu bidang saja, melainkan banyak bidang. Sehingga tidak hanya mempengaruhi bidang kesehatan namun juga ekonomi. 


Sektor perekonomian memang banyak yang terdampak seperti sektor wisata, transportasi, dan juga niaga atau perdagangan. Dampak pandemi tentu akan semakin dirasakan oleh para pedagang kecil, termasuk salah satunya adalah para pedagang kaki lima. 


Sejak pandemi Covid-19 melanda sejumlah negara di dunia, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) kemudian mengumumkan pembatasan kegiatan sosial. Hal ini kemudian diterapkan pula di Indonesia, sehingga masyarakat lebih banyak berdiam di dalam rumah. 


Kondisi ini kemudian membuat pedagang kaki lima mengalami penurunan penjualan sangat drastis. Sebab tidak ada orang yang membeli, dan bingung harus jualan dimana karena setiap tempat strategis juga ikut sepi. Sebagian pedagang bahkan tidak bisa berjualan karena ada larangan sementara dari pemerintah setempat. 


Selain itu, beberapa daerah yang masih memperbolehkan pedagang menggelar lapak kemudian menanggung resiko. Meskipun bisa berjualan ada kemungkinan dagangan masih utuh karena tidak laku sama sekali atau laku sedikit. Sebab tidak ada pembeli dan semua orang memilih diam di rumah. 


Berbeda dengan warung makan atau usaha yang memiliki tempat, seperti kios dan konter. Pedagang kaki lima berjualan dengan cara berkeliling, sehingga tidak memiliki lapak untuk berjualan. Hal ini kemudian memperparah kondisi pedagang kaki lima tersebut. 


Sebab sudah lelah berkeliling namun tidak juga mendapatkan pembeli. Hal ini bahkan tidak bisa dipastikan akan berlangsung sampai berapa lama. Sampai vaksinasi dilakukan dan kondisi perekonomian di Indonesia membaik. 


Pedagang kaki lima kemungkinan hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan sosial dari warga maupun dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


Reading Time:
98 Contoh Judul Penelitian Dosen
Januari 27, 20220 Comments

Bingung dengan contoh judul penelitian dosen yang terpercaya? Yuk simak contoh judul penelitian dosen yang telah lolos mendapatkan dana hibah penelitian. Simak ya!



98+ Contoh Judul Penelitian Dosen

Berikut adalah contoh judul penelitian dosen yang berhasil mendapatkan dana hibah penelitian di non PTN-BH tahun 2021: 


No. 

Nama Institusi 

Nama 

Judul Penelitian 


Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat 

Hery Wiharja MS

Pemahaman Karir, Motivasi dan Keputusan Siswa dalam Memilih Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Non Industri 


Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat 

Rahmad Nuthihar 

Metafora dalam Bahasa Aceh pada Media Sosial Instagram: Potensi dan Ancaman Ujaran Kebencian di Ruang Publik 


Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat 

Roni Agusmaniza 

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Angkutan Umum 


Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat 

Safrizal 

Pemetaan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Perairan Indonesia Berdasarkan Data Satelit ASCAT 


Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat 

Tanzir Masykar 

Instrumental Analysis of Acehnese Monophthong and Diphthong Vowels in West Aceh 


Akademi Komunitas Negeri Pacitan 

Anwar Fuadi 

Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Akademik Akademi Komunitas Negeri Pacitan 


Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar 

Adiguna Sasama Wahyu Utama 

Penambahan Mayones, Hati Ayam, dan Daun Indigofera pada Pembuatan Produk Olahan Nugget Daging Ayam untuk Meningkatkan Kualitas Nutrisi 


Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar 

Adimas Ketut Nalendra 

Penerapan Artificial Intelligence untuk Kontrol Suhu dan Kelembaban pada Kandang Broiler Berbasis Internet of Things 


Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong 

David Kurniawan 

Kualitas Daging dan Penampilan Produksi Itik Hibrida dengan Penggunaan Natural Feed Additive pada Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal 


Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

Muhammad Hakim 

Kearifan Lokal dalam Mendukung Pengembangan Ternak Kerbau Berbasis Kawasan di Kabupaten Musi Rawas Utara 


Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

Nur’aini 

Tepung Maggot Protein Tinggi sebagai Bahan Pakan Ternak Unggas: Efektivitas Pertumbuhan Maggot pada Berbagai Media Tumbuh 


Institut Pertanian Bogor 

Agus Purwito 

Perakitan Varietas Unggul Bawang Merah Nasional Tahan Penyakit Utama (Layu Fusarium dan Antraknosa) Berbasis Teknik Molekuler dan Metabolomik 


Institut Pertanian Bogor

Agus Setiyono 

Genotyping Isolat Lokal Coxiella burnetii dan Mapping Zoonosis Q Fever pada Ruminansia di Indonesia 


Institut Pertanian Bogor

Ani Mardiastuti 

Komunitas Burung di Beberapa Tipe Penggunaan Lahan pada Lanskap Ciampea - Dramaga Bogor 


Institut Pertanian Bogor

Anuraga Jayanegara 

Evaluasi Efektivitas Pakan Suplemen dan Aditif Peningkat Produktivitas Ternak Ruminansia dan Anti Metanogenesis Menggunakan Pendekatan Big Data Analysis 


Institut Pertanian Bogor

Arief Budiono

Ekspresi Marka Gen Implantasi pada Embrio Partenogenesis dan Fertilisasi Sperma Tunggal pada Kucing sebagai Hewan Model Felidae 


Institut Pertanian Bogor

Arif Imam Suroso 

Pengembangan industri Kelapa Sawit Indonesia: Dampak Sertifikasi berkelanjutan, Evaluasi Perdagangan Internasional, dan Strategi Pengembangan Industri 


Institut Pertanian Bogor

Arif Satria 

Analisis Integritas Konservasi Modern dan Sistem Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut di Indonesia 


Institut Pertanian Bogor

Armansyah Halomoan Tambunan 

Karakterisasi Limbah Cair Pengolahan Kelapa Sawit untuk Produksi Biohidrogen 


Institut Pertanian Bogor

Asep Gunawan 

Perbaikan Kualitas Daging Domba Berbasis Seleksi Cepat Marka Genetik dalam Upaya peningkatan Mutu Genetik Domba Indonesia 


Institut Pertanian Bogor

Asep Gunawan 

Identifikasi Gen Pengontrol Karkas dan Komposisi Nutrisi Daging Domba Sehat dalam Upaya Perbaikan Mutu Genetik Domba Indonesia 


Institut Pertanian Bogor

Awang Maharijaya 

Identifikasi Ketahanan dan Resistance Gene Analogs Cabai Terhadap Penyakit Daun Keriting Kuning dan Vektornya 


Institut Pertanian Bogor

Azis Boing SItanggang 

Produksi Selektif Peptida Bioaktif dari Kacang-Kacangan: Kombinasi perlakuan Fermentasi dan Hidrolisis Enzimatis pada Bioreaktor Membran 


Institut Pertanian Bogor

Bambang Suryobroto 

Adaptation and Speciation in Sulawesi Macaques 


Institut Pertanian Bogor

Budy Wiryawan 

Kajian Ekologi dan Status Pemanfaatan Ikan Kerapu untuk Pengelolaan Perikanan di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat 


Institut Pertanian Bogor

C Hanny Wijaya 

Pemberdayaan Potensi Buah Andaliman sebagai Flavor Fungsional 


Institut Pertanian Bogor

Cece Sumantri 

Kajian Gen-Gen MHC sebagai kandidat Marker Assisted Selection (MAS) Sifat Ketahanan Terhadap ND Ayam IPB-D2 


Institut Pertanian Bogor

Cece Sumantri 

Pendekatan Genomik Fungsional terkait Gen CAPN dan CAST yang Mempengaruhi Kualitas Daging pada Sapi Bali  


Institut Pertanian Bogor

Cece Sumantri 

Karakterisasi Gen-Gen Pengontrol Kualitas Daging dan Ketahanan Penyakit pada Ayam Lokal dan IPB-D1 dengan Analisis RNA Deep Sequencing 


Institut Pertanian Bogor

Cecep Kusmana 

Produktivitas dan Laju Dekomposisi Serasah Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Muara Angke Jakarta 


Institut Pertanian Bogor

Dede Hermawan 

Pengembangan Beton Ringan Ramah Lingkungan Berbahan Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabinus L) Berkemampuan Memulihkan Retak Secara Mandiri 


Institut Pertanian Bogor

Dedi Jusadi 

Evaluasi Protein Sparing Effect dan Kualitas Daging pada Pembesaran Ikan Patin yang Diberi Suplemen Tepung Kayu Manis 


Institut Pertanian Bogor

Dewi Sukma 

Pengembangan dan Evaluasi Marka Fenotipik Berupa Karakter Penduga Serta Marka Molekuler yang Berhubungan dengan Kandungan Mineral Fe, Mg, dan Zn Tinggi pada Daun Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Hasil Mutasi dan Populasi Bersegregasi 


Institut Pertanian Bogor

Dietriech Geoffrey Bengen 

Kontribusi Mangrove dan Lamun Terhadap Kesuburan dan Produktivitas Perairan Pesisir 


Institut Pertanian Bogor

Dodik Ridho Nurrochmat 

Optimasi Model Pemanfaatan Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat 


Institut Pertanian Bogor

Epi Taufik 

Eksplorasi Heterogenitas Komponen Bioaktif Oligosakarida dalam Susu dan Kolostrum Ternak Perah 


Institut Pertanian Bogor

Erika Budiarti Laconi 

Biokonversi Pod Kakao dan Pelepah Sawit yang Diberi Perlakuan Biologis Menggunakan Maggot (Hermetia illucens) 


Institut Pertanian Bogor

Fauzi Febrianto 

Pengembangan Cellulose Nanocomposites (CNC) Unggul Biodegradable dan Terbarukan 


Institut Pertanian Bogor

Hanifah Nuryani Lioe 

Eksplorasi Senyawa Umami pada Produk Fermentasi Kedelai: Studi pada Tauco 


Institut Pertanian Bogor

Hardinsyah 

Efek Pemberian Probiotik Lactobacillus Casei Terhadap Penyerapan Kalsium, Berat Lahir, dan Pertumbuhan Linier Bayi 


Institut Pertanian Bogor

Hawis H M 

Redefining Hotspots of Marine Fishes Acros Indonesian Coral Reefs with Different Anthropogenic Pressure Using Environmental DNA Metabarcoding for Sustainable Fisheries 


Institut Pertanian Bogor

Hendradi Hardhienata 

Investigasi Permukaan Semikonduktor GaN, Perovskite,, dan BaTiO3 pada Skala Nano Menggunakan Pendekatan Model Ikat Nonlinier Termodifikasi dan teori Grup 


Institut Pertanian Bogor

Husin Alatas 

Kajian Dinamika dan Karakteristik Sistem Kompleks Berdasarkan Pemodelan Berbasis Agen dan teori Kerapatan Fungsional 


Institut Pertanian Bogor

I Ny. Jaya Wistara 

Inovasi Metode Isolasi Nanoselulosa dari Sumber Serat Bukan Kayu untuk Smart Packaging 


Institut Pertanian Bogor

I Wayan Darmawan 

Eco Friendly Wood Quality Improvement Through Non Biocide Method Based on Thermal and Chemical Modification 


Institut Pertanian Bogor

Idat Galih Permana 

Reformulasi Ransum Sapi Perah dengan Kecukupan Protein, Keseimabnagn Rumen Degradable Protein (RDP) dan Rumen Undegradable Protein (RUP) serta Non Fiber Carbohydrate (NFC) 


Institut Pertanian Bogor

Irdika Mansur 

Efektivitas Pulau Bahan Organik dalam Remediasi Air Asam Tambung 


Institut Pertanian Bogor

Irma Herawati Suparto 

Identifikasi dan Karakterisasi Molekuler Marka Gen Diabetes Melitus Tipe 2 pada Macaca Fascicularis dalam Upaya Penapisan dan Penyediaan Hewan Model Diabetes Spontan 


Institut Pertanian Bogor

Irma Isnafia Arief  

Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) Indigenus sebagai Antikanker 


Institut Pertanian Bogor

Istie Sekartining Rahayu 

Modifikasi Kayu Cepat Tumbuh Melalui Pengembangan Material Bermuatan Magnet 


Institut Pertanian Bogor

Julie Ekasari 

The Role of Microbial Management in Biofloc System In Controlling Vibriosis in Shrimp Product 


Institut Pertanian Bogor

Lina Karlinasari 

Produk Rekayasa Komposit Akustik Berkinerja Tinggi dari Bambu Indonesia (High Performance Acoustical Engineered Composite Product from Indonesian Bamboo) 


Institut Pertanian Bogor

Luki Abdullah 

Pengembangan Pakan Berbasis Indigofera Zollingeriana dan Gramineae Berbiomassa Tinggi pada Sistem Ransum In Situ untuk Perbaikan Ketersediaan Nutrisi Ternak Ruminansia 


Institut Pertanian Bogor

Marimin 

Model Penilaian dan Peningkatan Keberlanjutan Agroindustri Berbasis Tebu dan Kelapa Sawit


Institut Pertanian Bogor

Muhammad Syukur 

Studi Genetik Sifat Ketahanan Lima Spesies Cabai dalam Rangka Perakitan Varietas Tahan Serangan Penyakit Daun Keriting Kuning


Institut Pertanian Bogor

Muhammad Syukur 

Analisis Genetik Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) Umur Pendek dan Produktivitas Tinggi dalam Rangka Substitusi Kedelai


Institut Pertanian Bogor

Muhammad Agus Suprayudi 

Evaluasi Pemanfaatan Tongkol Jagung Zea Mays Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan

Bawal Colossoma Macropomum


Institut Pertanian Bogor

Muhammad Firdaus 

True shallot seed: adopsi teknologi dan pengaruhnya pada efisiensi serta tingkat kesejahteraan petani bawang merah di Indonesia


Institut Pertanian Bogor

Nancy Dewi Yuliana 

Metabolomik Rempah Minor Indonesia (Zingiberaceae) dan Potensinya sebagai Ingredient Fungsional


Institut Pertanian Bogor

Neviaty Putrizavani 

Mekanisme Aliran Mikroplastik Melalui Rantai Makanan Pada Organisme Laut


Institut Pertanian Bogor

Puspo Edi Giriwono 

Sintesis Minyak Nabati Sehat Diasilgliserol (DAG) dari RBDP Olein secara Gliserolisis Enzimatis dan Penambahan Stanol untuk Menurunkan Kolesterol dan Trigliserida Darah


Institut Pertanian Bogor

R Nunung Nuryartono 

Pengaruh kelompok ternak terhadap perilaku ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan

  1. 3

Institut Pertanian Bogor

Sudarsono 

Pengembangan Marka Molekuler Berbasis Bioinformatika dan Teknologi Sekuensing untuk Mendukung Pemuliaan Ubi Kayu dengan Masa Simpan Panjang


Institut Pertanian Bogor

Sukenda 

Pengembangan Fitobiotik Untuk Pengendalian Penyakit White Feces Disease Pada Budidaya Udang Vaname


Institut Pertanian Bogor

Suria Darma Tarigan 

Ecosystem Services Multifungsi Lanskap pada Perkebunan Monokultur


Institut Pertanian Bogor

Taufik 

Rekayasa Sistem Kemampuan Telusuran Rantai Pasok Agroindustri Kopi Berbasis Teknologi Blockchain


Institut Pertanian Bogor

Toto Toharmat 

Modifikasi biohidrogenasi rumen dan suplementasi sumber asam lemak linoleat untuk produksi susu kaya CLA


Institut Pertanian Bogor

Ulfah Juniarti 

Seleksi Sengon (Falcataria Moluccana (Miq) Barneby & J.W Grimes) Tahan Hama Boktor (Xystrocera Festiva) Dan Penyakit Karat Tumor (Uromycladium Falcatarium)


Institut Pertanian Bogor

Upik Kesumawati 

Studi Entomologi dan Deteksi Arbovirus dan Plasmodium pada Nyamuk (Diptera: Culicidae) di Penangkaran Primata


Institut Pertanian Bogor

Usman Ahmad 

Pengolahan Citra Fluoresens untuk Deteksi Cendawan Aspergillus sp Penghasil Aflatoksin pada Jagung Pipil


Institut Pertanian Bogor

Wasmen Manalu 

Pemanfaatan Fitofarmaka Lokal Indonesia (Kemangi, Kunyit, dan Tauge) untuk Memperbaiki Kesehatan Ibu selama Kehamilan dan Menghasilkan Anak Unggul 


Institut Pertanian Bogor

Wasrin Syafii 

Potensi Zat Ekstraktif Kayu Acacia spp. Sebagai Antioksidan dan Antikanker: Bioaktivitas


Institut Pertanian Bogor

Widanarni 

Studi Quorum Sensing pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sistem Bioflok untuk Pengendalian Infeksi Bakteri Vibrio parahaemolyticus


Institut Pertanian Bogor

Widiatmaka 

Arahan Pengembangan Perkebunan Tebu Untuk Mendukung Program Swasembada Gula: Studi Kasus Kabupaten Lamongan


Institut Pertanian Bogor

Widiatmaka 

Prediksi Lahan Terbangun Pasca Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Untuk Perencanaan Kawasan Permukiman


Institut Pertanian Bogor

Yessie Widyasari 

Biomimetik Mineralisasi Tulang dan Gigi Menggunakan Nanokomposit Hidroksiapatit/Asam Amino Terkonjugasi Partikel Emas


Institut Pertanian Bogor

Yusuf Sudo Hadi 

Pengembangan Kekuatan Dan Keawetan Papan Lamina Ter Polistirena Dari Kayu Cepat Tumbuh


Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Yudi Setiawan 

Karakterisasi Struktur dan Komposisi Vegetasi di Lahan Gambut Pasca Kebakaran Berbasis Data Penginderaan Jauh dalam Mendukung Rencana Restorasi Ekosistem Gambut di Sumatera


Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Fentisari Destisucipto

Redesain dan Reposisi Desain Kemasan “Ikan Kayu Cap Kapal Tsunami”


Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Indra Setiawan 

Kajian Ikonografi Pada Sulaman Kasab Di Gampong Keubang Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie.


Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Maghfira Murni Bintang Permata 

Tari Guel Identitas Masyarakat Gayo Kabupaten Aceh Tengah- Bener Meriah


Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Rika Wiriandi 

Fungsi Musik dalam Upacara Ritual Thaipusam Komunitas Hindu Tamil di Banda Aceh


Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Enok Wartika 

Pengemasan Model Informasi Cagar Budaya untuk Meningkatkan Eksistensi Kota Bandung Sebagai Destinasi Pariwisata Unggulan Indonesia yang Berkesinambungan


Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Husen Hendriyana 

Eco design : Eksplorasi dan Aplikasi Material Bahan Pandan Berduri untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Kriya Seni dan Pariwisata di Pangandaran 


Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Jaeni 

Pengembangan Seni Budaya Cirebon dalam Mengembangkan Wisata Berbasis Seni Budaya dan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat Kabupaten Cirebon


Institut Seni Indonesia Denpasar

Hendra Santosa 

Inventarisasi Istilah-Istilah Seni Pertunjukan Bali Dalam Karya Kesusastraan Zaman Gelgel (1401-1687)


Institut Seni Indonesia Denpasar

I Nyoman Larry Julianto 

Nilai Interaksi Terhadap Rangsang Visual Ilustrasi dan Warna Pada Ruang Belajar dalam Upaya Mendukung Pembelajaran Siswa SD Kelas 1 - 3 di Bali


Institut Seni Indonesia Denpasar

Ni Made Ruastiti 

Aplikasi Model Seni Pertunjukan Wayang Wong Inovatif Pada Generasi Milenial Sebagai Upaya Pelestarian Seni Budaya Dan Penguatan Karakter Bangsa


Institut Seni Indonesia Denpasar

Ni Made Ruastiti 

Pengembangan Model Seni Pertunjukan Bagi Anak-anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pembentukan Identitas Dan Penguatan Karakter Bangsa


Institut Seni Indonesia Surakarta 

Sumarno 

Peningkatan Daya Saing Dan Efisiensi Industri Rotan Melalui Inovasi Desain Dan Recycle Limbah Industri Menjadi Serat, Tenun Dan Produk Rotan Sebagai Unggulan Ekspor Ramah Lingkungan


Institut Seni Indonesia Surakarta 

Taufik Murtono 

Mencipta Bersama Masyarakat Gangguan Jiwa

92. 

Institut Seni Indonesia Yogyakarta 

Budi Raharja 

Model Terapi Anak Autis Berbasis Permainan Karawitan Jawa

93. 

Institut Seni Indonesia Yogyakarta 

Nur Sahid 

Transformasi Cerita Rakyat Nusantara Ke Format Seni Pertunjukan Sebagai Media Pendidikan Budi Pekerti Anak Usia Dini

94. 

Institut Teknologi Bandung 

Abdul Waris 

Desain Neutronik Small Modular Molten Salt Reactor dengan Jenis Garam Cair FLiNaK dan Daya Keluaran 5 -

20 MWe


95. 

Institut Teknologi Bandung 

Adhitya Gandaryus Saputro 

Desain Katalis Berbasis Nikel dan Graphene Untuk Aplikasi Elektroreduksi Gas CO2 Menjadi Bahan Baku Gas Sintetis dan Bahan Bakar Terbarukan

96.

Institut Seni Indonesia Padang Panjang 

Ranelis 

Pengembangan Produk Kerajinan Renda Bangku Koto Gadang Sumatera Barat Melalui Rancangan Busana yang Fashionable untuk Mendukung Industri Kreatif

97. 

Institut Seni Indonesia Surakarta

Dharsono 

Pemanfaatan Jerami Sebagai Limbah Sisa Pemanenan Padi Untuk Meningkatkan Pendapatan Para Petani Dan Eksport

Industri Mebel

98. 

Institut Seni Indonesia Surakarta

Guntur 

Kreativitas dan Rajut Kejut 


Reading Time: