13, April 2017

Manfaat Penemuan Bidang Kesehatan Terbaru

Seiring berkembangnya waktu, banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh beberapa ilmuan guna mendapat penemuan bidang kesehatan terbaru. Mau tahu tidak dampak teknologi dan majunya peradaban harus diterima dengan berbagai pertimbangan. Namun karena beberapa hal itulah bidang kesehatan juga mendapat dampak yang terbilang berguna bagi masyarakat banyak. Perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan pastinya akan membuat dunia medis semakin canggih dan lebih mampu lagi menyelamatkan nyawa orang. Peneliti dan ilmuan yang bekerja keras dalam penemuan-penemuan ini harus diberi apresiasi setinggi langit. Karena jika tanpa usaha dan temuan dari mereka dunia medis akan terpaku dengan perlatan-peralatan yang tergolong lama tanpa adanya pembaruan.

Salah satu penemuan bidang kesehatan terbaru adalah darah. Kebutuhan akan darah yang semakin banyak mendorong ilmuan dalam bidang medis bekerja keras untuk menutupi kekurangan tersebut. Jika hanya mengandalkan darah asli manusia yang secara garis besar memiliki empat macam, yaitu golongan darah A, golongan darah AB, golongan darah B, dan golongan darah O. Golongan darah O memang adalah golongan darah yang mampu dan bisa didonorkan kepada golongan darah lain. Sedangkan golongan darah AB adalah golongan darah yang mampu atau bisa menerima sumbangan donor darah dari golongan darah lain. Namun apa yang terjadi dengan golongan darah A dan B yang hanya bisa mendonor ke golongan darah sejenis dan golongan darah AB adalah permasalahan lain. Kekurangan golongan darah tersebut bisa mengancam jiwa seseorang.

Untuk itulah penemuan bidang kesehatan terbaru datang dengan melahirkan solusi dari masalah diatas. Darah sintetis adalah solusi yang cocok dengan kondisi diatas. Dari sebuah penelitian ditemukan bahwa tanaman bit gula memiliki sebuah unsur yang mirip dengan manusia. Unsur tersebut adalah hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian penting dalam darah yang jumlahnya harus seimbang, tidak telalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Hemoglobin dalam tanaman bit gula memiliki kesamaan antara 50-60% dengan manusia. Jika ini bisa membantu dunia medis memcahkan masalah kekurangan stok darah, maka ini bisa dikembangkan lebih lanjut lagi.