Jenis Obat Hiv

10, June 2017

Jenis Obat HIV

Penyakit AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang didapatkan dari penurunan kekebalan tubuh akibat kerusakan system imun yang disebabkan oleh infeksi HIV.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan dan obat HIV lagi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Manusia yang terkena virus HIV, tidak langsung menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.

Penyebab HIV AIDS adalah akan menyebabkan suatu komplikasi yang  mematikan. Dan penyakit HIV AIDS ini merupakan penyakit yang menyerang sistem imun tubuh. Sehingga lama kelamaan penderitanya akan menjadi kurus kering karena serangan penyakit yang semakin lama semakin menumpuk di dalam tubuh dan sistem imun tubuh sudah tidak mampu lagi melawannya.

Pada penderita penyakit HIV AIDS maka biasanya mereka akan mengalami tumor. Tumor yang terjdi salah satunya adalah penyakit limfoma Hodgkin, dan penyakit kanker usus bagiahn bawah, serta penyakit kanker anus.

Namun walaupun demikian, masih banuak jenis tumor yang umum terjadi juga seperti penyakit kanker payudaran dan penyakit kanker usus besar yang tidak akan mengalami peningkatan kasusnya pada penderita penyakit HIV AIDS.

Ada beberapa obat-obatan yang digunakan untuk terapi pengobatan HIV yang membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut, antara lain:

– Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs) seperti zidovudine (Retrovir), abacavir (Ziagen), dan emtricitabine (Emtriva), yang memblokir salah satu enzim yang diperlukan HIV untuk mereplikasi diri di dalam sel.

– Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) seperti efavirenz (Sustiva), etravirine (Intelence), dan nevirapine (Viramune), yang menargetkan ensim yang sama seperti NRTIs, tetapi dengan struktur kimia yang berbeda.

– Protease inhibitors (PIs) seperti atazanavir (Reyataz), ritonavir (Norvir), dan tipranavir (Aptivus), yang menghentikan produksi satu komponen dari HIV.

– Entry inhibitors, yang menghalangi masuknya HIV ke dalam sel CD4. Jenis obat ini meliputi 2 divisi kecil: yang pertama adalah antagonis CCR5 (juga disebut entry inhibitors), seperti maraviroc (Selzentry) yang memblokir CCR5, suatu protein reseptor pada permukaan sel CD4 (sel sistem kekebalan tubuh) yang diikat virus supaya dapat masuk ke dalam sel.

Yang kedua adalah fusion inhibitors, seperti enfuvirtide (Fuzeon) yang juga memblokir kemampuan HIV untuk memasuki sel CD4.

– Integrase inhibitors seperti dolutegravir (Tivicay), elvitegravir (Vitekta), dan raltegravir (Isentress), yang memblokir HIV dari memasukkan DNA virusnya ke dalam sel inang.

Ada beberapa efek samping dan komplikasi umum dari berbagai obat-obatan HIV, antara lain:

– Anemia, kelainan pada sel darah merah

– Diare

– Sakit kepala dan pusing

– Kelelahan

– Mual dan muntah

– Nyeri

– Gangguan saraf

– Ruam

– Kehilangan lemak yang tak biasa, atau penumpukan lemak (lipodistrofi)

– Resistensi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia)

– Berkurangnya kepadatan tulang

– Asidosis laktat, penumpukan asam laktat dalam aliran darah

– Pembengkakan mulut atau lidah

– Kerusakan hati

Obat-obatan antiretrovirus dapat berinteraksi dengan beberapa obat yang Anda gunakan, termasuk tetapi tidak terbatas pada yang berikut:

– Obat-obatan penurunan asam dan refluks asam, termasuk antasida, proton pump inhibitors, dan antagonis H2

– Obat dan suplemen yang mempengaruhi glikoprotein-p atau enzim CYP3A4, seperti St. John’s wort

– Zat yang mempengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450, seperti jus jeruk Bali merah