Berita Obat Hiv

12, June 2017

Berita Obat HIV

Kabar terbaru tentang obat HIV kali ini datang dari Inggris. Dari situs TheGuardian dinyatakan bahwa ilmuwan dan dokter bekerjasama dalam tes awal guna penyembuhan HIV dan ternyata hasil yang diperoleh adalah relawan yang terlibat dalam penelitian ini tidak menunjukkan keberadaan virus dalam tubuhnya setelah pengobatan dilakukan.

Penelitian itu dilakukan ilmuwan dari Universitas Oxford, Univeristas Cambridge, Universitas Imperial College London, dan Universitas College London dan King’s College London.

Penelitian ini melibatkan 5 Universitas Top di Inggris raya dengan dukungan NHS dimana pengobatan HIV dilakukan melalui kombinasi obat ARV, obat HIV untuk membangkitkan HIV laten, dan vaksin yang berguna menginduksi sistem imun guna menghancurkan sel yang telah terinfeksi.

Profesor Sarah Fidler, dari Imperial College London, mengatakan pada The Sunday Times, “Terapi ini khusus didesain untuk membersihkan virus HIV dalam tubuh. Sudah teruji di laboratorium, dan ada bukti bekerja baik pada tubuh manusia. Tapi ini masih awal, tes ini akan terus berlanjut lima tahun ke depan.”

Pendekatan yang di lakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan metode ‘kick and kill’. Sebagaimana kita ketahui bahwa obat ARV (Antiretroviral) sangat efektif untuk menghentikan reproduksi virus HIV di dalam tubuh namun tidak membunuh virus, tapi sayangnya ARV ini hanya reaktif terhadap sel yang sedang memproduksi bagian-bagian virus HIV.

Di dalam tubuh ODHA terdapat sel yang bersifat dorman atau disebut HIV laten dimana sel ini dikemudian hari bisa aktif untuk membuat virus HIV tapi sel ini tidak reaktif terhadap ARV. Penelitian terbaru menghasilkan beberapa obat untuk mengaktifkan sel ini sehingga reaktif dan dapat menjadi target ARV.

Sedangkan vaksin di gunakan tubuh guna menginduksi sistem imun tubuh agar dapat mengenali sel CD4 yang memproduksi HIV dan selanjutnya menghancurkan sel ini. Nah, kombinasi tiga hal inilah yang menjadi dasar peneliti dari negara beribukota di London ini untuk merancang penelitian mereka.

Sebanyak 50 pasien ODHA menjadi relawan penelitian tersebut dimana tes awal pada orang pertama yang telah menyelesaikan program penyembuhan HIV dengan gabungan tiga metode ini menunjukkan bahwa dalam tubuh pasien tersebut tidak ditemukan virus HIV.

Memang dapat dikatakan bahwa masih merupakan jalan panjang untuk mengatakan bahwa penelitian inii sukses dalam pengobatan HIV akan tetapi setidaknya hasil ini membuat kemajuan yang sangat besar untuk terobosan bagaimana kita bisa mengobati pasien positif HIV untuk tujuan penyembuhan.

37 juta orang diprediksi hidup dengan HIV saat ini dan diperkirakan 35 juta diantaranya telah meninggal akibat virus ini.

Satu-satunya penelitian yang berhasil menyembuhkan pasien HIV adalah percobaan Timothy Brown warga negara Amerika yang diobati di Jerman dengan metode transplantasi sumsum tulang belakang dengan stem cell dimana donor yang terlibat memiliki sel CD4 yang resisten terhadap HIV. Tapi kekurangan dari metode ini adalah sulit dilakukan dan berbahaya bagi si penerima.

HIV memang dikenal sebagai salah satu masalah kesehatan paling besar dan belum ditemukan penawarnya. Menurut data WHO, HIV telah membunuh lebih dari 35 juta orang. Terakhir, 2015 lalu, 940 ribu sampai 1,3 juta orang di dunia meninggal karena HIV. Ada 36,7 juta orang hidup dengan HIV pada ujung 2015, dan 2,1 jutanya adalah orang yang baru diidentifikasi sebagai HIV positif.